Tips dan Cara Merawat Aki Kering Mobil Di Saat #TetapDiRumahAja


Salah satu jenis aki mobil yang dipakai oleh mobil masa kini adalah aki kering.
Sering disebut aki bebas perawatan (maintenance free), aki ini mengganti cairan elektrolit yang mudah menguap dengan gel yang sangat sulit menguap.
Alhasil, beban kamu untuk mengecek level air aki bisa dikurangi.
Rata-rata usia pakai aki jenis ini bisa mencapai 3 tahun, tapi kalau perawatan tidak optimal, belum sampai 2 tahun pun aki ini sudah bermasalah.
Berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan supaya aki kering di mobil awet dan tidak mudah rusak.
1. Rawat Terminal Aki
Terminal aki atau biasa disebut kepala aki punya risiko kotor karena debu.
Dalam jangka panjang akan muncul kerak yang diakibatkan proses penguapan elektrolit dan panas.
Ini mengurangi bidang kontak terminal aki.
Masalah lain adalah timbulnya karat pada kepala aki sehingga menurunkan daya antar listrik.
Bersihkan dengan sikat kawat halus dan lumasi dengan gemuk untuk melindungi dari risiko berkarat.
Selain itu, ada kemungkinan juga pengikat terminal aki kendor.
Ini cukup berbahaya lantaran dapat memicu hubungan arus pendek berupa percikan bunga api.
Cek kekencangannya supaya aman.
2. Cek Pengikat Aki
Pastikan aki diikat pada dudukannya dengan kuat sehingga tidak bergeser saat mobil bergerak.
Aki yang sering berguncang akan mengurangi usia pakainya.
Selain itu, ada risiko terjadi hubungan arus pendek bila aki bergeser dan kepala aki terkena permukaan logam.
Bisa fatal karena dapat memicu kebakaran.
3. Bersihkan Permukaan Aki
Aki kering biasanya memiliki katup yang tersembunyi sehingga penting bagi kamu untuk membersihkan permukaan aki dari kerak dan debu yang menempel.
Kerak, debu dan kotoran yang menempel dapat menyumbat katup sehingga mengganggu proses penguapan aki.
Untuk itu, kamu wajib membersihkan permukaan aki secara rutin sehingga dapat mencegah penyumbatan yang membuat kinerja aki terganggu.
4. Jangan Beri Aki Beban Berlebihan
Pabrikan sudah menghitung beban daya di mobil dan memasang aki yang sesuai dengan kebutuhan arus listrik.
Makanya, kamu tidak dianjurkan untuk memasang perangkat yang dapat menambah beban kelistrikan mobil.
Kalau aksesoris ringan seperti lampu LED yang butuh daya kecil, mungkin masih bisa dalam toleransi aki mobil.
Namun jika sudah modifikasi besar seperti mengganti sistem audio jelas akan menambah beban kerja aki mobil.
Belum lagi terkait cara pasang dan instalasi yang kurang tepat, seperti asal memotong kabel dan tidak membungkusnya dengan baik, akan menimbulkan risiko korsleting dan memicu kebakaran.
Dan jangan lupa, garansi mobil kamu bisa gugur lantaran melakukan modifikasi yang tidak tepat.
Untuk lebih aman, sebaiknya lakukan diskusi dengan service advisor di bengkel resmi Toyota.
5. Matikan Head Unit dan AC Saat Mesin Mati
Saat mesin bekerja, perangkat elektronik mengambil daya listrik dari alternator.
Pada saat mesin dimatikan, satu-satunya andalan daya listrik hanyalah aki mobil.
Begitu head unit atau AC dinyalakan, daya pada aki langsung dikuras tanpa bisa diisi kembali karena mesin mati dan alternator tidak mendistribusikan tenaga listrik ke aki.
Akibatnya, aki akan kehabisan daya listrik.
Bisa ditandai dengan mesin mobil yang tidak bisa dinyalakan lantaran aki sudah tidak punya tenaga lagi.
Jika dibiarkan aki akan soak dan harus diganti.
Selain itu, sebagian pemilik mobil langsung mematikan mesin tanpa mematikan terlebih dahulu beberapa komponen kelistrikan seperti AC atau lampu mobil.
Padahal sedikit banyak, hal tersebut mengurangi muatan listrik pada aki.
Meski kecil, namun lambat laun daya pakai aki jadi cepat menurun dan mereduksi usia aki.

By.faris (Toyota Astra Motor)

Info produk :
Agus Uban (Sales Executive)
PT.Anzon Toyota
Pontianak
Cp/Wa : 081347758836
#DirumahAja

Share:

0 Comments